Alien

alien

Alien / EBE

Etimologi

Alien berasal dari bahasa latin “alienus” yang berarti “yang lain”, lalu secara kohesif kemudian kata ini diserap kedalam berbagai seperti bahasa Perancis, lalu diserap kedalam bahasa Inggris dimana “alien” dalam bahasa Indonesia secara ajektif berarti “asing” atau “berasal dari negara lain” dan sebagai kata benda “alien” berarti “orang asing”. Seiring waktu kata ini sering dipakai sebagai kata pengganti untuk mahluk asing yang berasal dari planet/semesta yang lain, dan semakin lama semakin umum digunakan. Tentunya ini adalah penggunaan yang keliru, secara pemahaman salah. Mengapa ini terjadi?

Salah satu pencitraan Alien (EBE)

Salah satu pencitraan Alien (EBE)

Pada tahun 1953 seorang penulis majalah sains fiksi John Wood Campbell menggunakan kata alien sebagai pengganti untuk mahluk asing dari planet lain, kemudian karena tulisannya menuai atensi masyarakat Amerika, sejak saat itu kata “alien” secara umum digunakan dalam berbagai aspek. Berdasarkan kajian sains modern, ilmuwan dan Ufology lebih sering menggunakan kata lain yaitu : EBE (Extraterrestrial Biological Entity), meskipun penggunannya tidak se-populer “alien”. Namun untuk mempermudah pembaca untuk mengikuti tulisan ini, penulis tetap akan menggunakan kata “alien” sebagai pengganti EBE.

Mahluk apakah Alien itu ?

Alien yang kita ungkap disini adalah mahluk asing berbentuk humanoid (mirip manusia dengan bagian-bagian tubuh yang hampir sama bentuknya) yang berasal dari planet/semesta lain yang datang dari luar angkasa dengan menggunakan pesawat terbang tertentu dan berinteraksi dengan kehidupan di bumi. Banyak laporan kesaksian mengenai penampakan mahluk ini dimana-mana dan meyakini mereka melakukan interaksi langsung dengan kehidupan di bumi, beberapa orang mengakui mereka mengalami tindakan traumatis dan tidak manusiawi dari alien (penculikan, tes biologi, penyerangan), sementara sebagian lain mengakui bahwa alien datang dengan pesan damai dan bermaksud membantu manusia kembali menemukan jalan yang benar dalam mengelola kehidupan, bukan menghancurkannya secara perlahan seperti yang kita lakukan sekarang terhadap alam dengan ekplorasi yang berlebihan, penggunaan senjata-senjata pemusnah masal dan mengotori atmosfer dengan racun dari hasil pembakaran sisa fosil.

Bentuk alien

Secara umum dari banyaknya laporan dan data yang terkumpul, ahli Ufology menyatakan bahwa alien yang paling sering ditemui manusia ialah humanoid berwarna kelabu atau hijau (grey/green alien), dengan mata meruncing lancip dan lebih besar proporsinya dibanding manusia, berkepala bulat cenderung lonjong, kulit sedikit bersisik, tangan dan kaki relatif lebih panjang dibanding manusia. Selain itu mereka dilaporkan memiliki mulut yang lebih kecil dibanding manusuia, bentuk hidung yang nyaris rata dengan muka serta lubang hidung yang kecil.

Namun dilaporkan juga banyak penampakan mahluk-mahluk alien dalam bentuk lain, dari mulai berbentuk mirip binatang-binatang tertentu seperti serangga, binatang melata (reptil), ada juga bisa berubah bentuk yang tidak bisa didefinisikan, hingga yang benar-benar mirip manusia tapi dengan bentuk rupa dan perawakan yang nyaris sempurna jika dilihat secara perspektif manusia, dengan kata lain manusia dalam bentuk yang paling ideal. Kemudian dari data yang terkumpul para Ufology mengklasifikasikan bentuk-bentuk alien ini sebagai panduan pengetahuan mereka dalam menjawab misteri dari alien.

Ras alien

Menurut Ufology setidaknya ada puluhan bentuk alien yang pernah melakukan interaksi dengan manusia. Jika dipersempit secara perspektif maka digolongkan menjadi beberapa ras yaitu :
– Andromedians : berasal dari galaksi andromeda, mirip manusia.
– Pleiadians : berasal dari kluster bintang pleiadians, mirip manusia.
– Procyonians : berasal dari galaksi procyon, dekat planet sirius, mirip manusia.
– Nordics : dikatakan sebagai nenek moyang ras aria.
– Koldasians : mirip manusia dan mengalami proses evolusi yang hampir sama.
– Ashtarians : dikatakan ras ini yang banyak terlibat dalam berkembangnya agama.
– Zeta Reticulans : hampir mirip manusia, paling sering digunakan sebagai representasi alien.
– Sirians : berasal dari rasi bintang sirius, mirip manusia.
– Insectoids : mirip belalang sembah
– Reptilians : berpostur mirip manusia tapi berkepala reptil/kadal.
– Lyrans : mirip manusia, sering diasosiakan sebagai ras raksasa.
– Vegans : mirip lyrans, namun warna kulit cenderung lebih gelap.
Beberapa ras dikatakan mengalami proses animorph secara genetik baik disengaja atau tidak, berubah bentuk dengan bentuk beberapa bagian tubuh menyerupai binatang. Sementara ras lain ada yang berubah secara berbeda sama, namun berasal dari spesies yang sama.

Interaksi alien

Beberapa ahli Ufology mengangkat teori mengenai interaksi manusia dengan alien dari mulai institusi pemerintah (politik), sains, militer, seni budaya dan agama. Teori yang berbau konspirasi ini menyatakan bahwa alien banyak terlibat dengan alur sejarah manusia.
– Politik : Ada beberapa teori mengatakan bahwa alien ikut terlibat di balik layar atas kebijakan banyak politisi di beberapa negara dalam mengambil keputusan-keputusan krusial.
– Sains : Ufology menyatakan bahwa alien ikut membantu manusia dalam mengembangkan kemajuan ilmu pengetahuan dengan berbagi teknologi yang mereka miliki dengan manusia.
– Militer : Banyaknya perang besar yang terjadi dan tertulis dalam sejarah dikabarkan ada keterlibatan alien didalamnya. Bahkan dinyatakan pula bahwa perang antar negara/fihak tersebut adalah konflik dari beberapa beberapa ras alien dengan ras lainnya dengan menggunakan manusia untuk menunjang kepentingan eksistensinya.
– Seni budaya : Ada teori yang menyatakan bahwa alien ikut membantu manusia dengan mengajarkan beberapa unsur kesenian dan budaya. Menuntun manusia mengembangkan unsur estetika yang dimilikinya.

Ezekiel

Kisah Ezekiel

– Agama : Dikatakan bahwa alien di masa laluberiteraksi dengan manusia dan membentuk konsepsi manusia mengenai keberadaan Tuhan, mengajarkan tuntunan moral dan nilai-nilai altruist bagi manusia. Beberapa Ufology mengatakan bahwa beberapa peristiwa kewahyuan dan komunikasi dengan Tuhan terjadi melalui figur entitas yang datang dari langit. Bahkan ada sekelompok orang yang menjadiakan alien ini sebagai tuhan dalam agama mereka, salah satunya agama Raelian.

Alien dalam kehidupan manusia

Sejak beberapa dekade terakhir fenomena alien telah menjadi pop culture dan trend dalam kehidupan manusia. Alien sudah menjadi bagian dari keseharian kita. Dalam buku, film dan produk-produk keperluan manusia seperti pakaian, hasil karya seni, dan lain-lain, serta menjadi misteri yang terus berusaha dicari kebenarannya.
Meskipun demikian, hingga saat ini tidak bisa di verifikasi apakah mahluk ini memang dari luar angkasa? atau sebenarnya penghuni asli planet bumi yang tidak pernah terungkap keberadaannya ? Atau mungkin mahluk yang berasal dari lain dimensi ? Tidak pernah ada fakta dan bukti yang dapat membuktikannya. Sebagian percaya dan sebagian lagi sebaliknya. Hal ini menyebabkan banyak orang memanfaatkan situasi dengan membuat banyak propaganda di media-media dengan membuat video atau gambar-gambar artifisial/buatan untuk mencari sensasi semata. Tapi apakah ada kemungkinan diantara banyak yang palsu itu satu saja memiliki kebenaran ?

Apakah ada kehidupan lain di semesta ini selain di bumi?

Selama berabad-abad pertanyaan ini muncul dalam benak manusia. Lalu benarkah memang ada? Pada tahun 1961 Dr. Frank Drake seorang Radio Astronomer mengajukan sebuah teori menarik berupa formula yang disebut dengan “Drake’s Equation”. Dan menurut formula tersebut, setidaknya ada 1000 – 100.000.000 peradaban aktif di semesta ini, meski dianggap menggunakan variabel-variabel yang belum kuat, formula ini ternyata bisa diteruma dan digunakan oleh para ilmuwan sebagai dasar untuk mengungkap probabilitas tentang adanya kehidupan lain selain di bumi.

Drake's equation

Drake’s equation

Selanjutnya formula drake dikembangkan oleh beberapa institusi antariksa seperti NASA dan Europe Space Agency, termasuk pada tahun 2013 berdasarkan laporan misi luar angkasa Keppler yang menyatakan bahwa setidaknya ada 40 milliar planet seukuran bumi yang beredar pada daerah yang layak untuk dihuni dan memiliki bintang yang menyerupai matahari. Bahkan ada yang mengangkat teori bahwa setidaknya 10% dari sistem tata surya kita ramah terhadap mahluk hidup, mampu menopang kehidupan, meski teori itu dilengkapi juga dengan beberapa hipotesis bahwa sistem terdekat yang dapat dihuni tersebut dengan bumi adalah berjarak kurang lebih 12 tahun cahaya. Untuk saat ini manusia belum memiliki kemampuan membuat sebuah pesawat luar angkasa pengangkut yang dapat mencapai jarak tersebut dengan membawa mahluk hidup.

Konsepsi dan perspektif 

Teori sains baru banyak bermunculan beberapa tahun terakhir, diantaranya yang menarik adalah ditemukannya beberapa mikroorganisme dan mahluk ber-sel satu di dalam meteor yang banyak jatuh ke bumi. Melalui serangkaian tes, hasilnya mengejutkan. Dinyatakan bahwa mahluk-mahluk tersebut tidak memiliki kesamaan genetik dengan mahluk hidup dengan karakteristik fisik sama yang berasal dari bumi, asalnya tidak diketahui. Dan mahluk tersebut ternyata mampu bertahan hidup dalam keadaan ekstrim melaui perjalanan panjangnya dengan menumpang meteor melalui tata surya. Melalui banyak peristiwa kosmik yang keras dan ganas. Namun mahluk itu tetap hidup, meski beberapa ditemukan dalam keadaan dorman (tidur sementar), lalu kembali aktif setelah melalui beberapa tes laboratorium.

Temuan ini bagi penulis adalah bukti dan fakta nyata bahwa alien ada. Kita tidak dapat mengesampingkan fakta yang diajukan hanya karena bentuknya tidak seperti alien yang ada dalam memori dan perspektif kita selama ini.
Ada bentuk kehidupan lain di luar sana meskipun dalam bentuk yang paling sederhana, dan mungkin telah mengalami proses evolusi yang sama dengan mahluk di bumi, yang akhirnya berkembang melalui peradaban. Berevolusi seiring waktu menjadi spesies dengan kemampuan berfikir dan berakal, mengerti konsep moral, memiliki perasaan, namun bisa juga buas seperti binatang liar yang cenderung agresif dan desktruktif.

Penulis membayangkan suatu saat peradaban kita mencapai titik tertinggi dalam ilmu pengetahuan, kita mampu membuat pesawat-pesawat modern dan mampu melalukan perjalanan interplanet, menejelajah ruang dan waktu ke sudut-sudut galaksi terjauh, dimana terdapat kehidupan lain (mirip seperti film dan serial TV “Star Trek”), kemudian berinteraksi dengan mereka, tentunya kita adalah alien bagi mereka.

Semoga umur kita masih cukup untuk merasakan momen terungkapnya misteri alien ini. Hingga saat itu terjadi, tetaplah bersikap skeptis (namun produktif dan bukan karena apriori), mencari, mengkaji dan membagi segala informasi bersama-sama. Tetap berikir terbuka. Damai

I don’t believe in a conspiracy to hide the existence of extraterrestrial life ~ David Duchovny

Sumber: Alien